image
Canva
1 October 2021

Proyeksi Optimis Lapangan Kerja Energi Baru Terbarukan di Indonesia?

UNPAGE Indonesia - Pada tahun 2020, ada sekitar 340.073 orang yang bekerja di pembangkit energi baru dan terbarukan di seluruh Indonesia, menurut studi Factor AG untuk Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH (GIZ).

Berdasarkan estimasi Factor AG, jumlah tenaga kerja pembangkit energi baru dan terbarukan mencapai 496.405 orang untuk PLT Bioenergi, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), dan Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTB) pada tahun 2030.

Sementara itu, Institute for Essential Services Reform (IESR) memperkirakan pada tahun 2030 juga akan ada 1.721.435 orang yang bekerja di pembangkit energi terbarukan. Terutama PLTS yang akan menampung tenaga kerja terbanyak, yakni 826.440 orang. Disusul PLTA 445.641 orang, PLTB 166.848 orang, bioenergi 125.280 orang, PLTP 99.603 orang.

Dari sisi kebutuhan tenaga kerja, pembangunan PLTP paling banyak menyerap tenaga kerja, menurut kajian Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI). Disusul PLTB dan PLTA.

Pemberian berbagai stimulus yang dapat mendorong pengembangan dan penerapan energi terbarukan juga menciptakan lapangan kerja.

Insentif fiskal berupa pengurangan PPh, tax holiday, dan PPN tidak dipungut jika digabungkan dengan pemberian jaminan pinjaman akan meningkatkan ekonomi energi terbarukan.

Menyediakan dana pengembangan energi terbarukan hanya untuk 100 proyek dapat menciptakan lapangan kerja antara 10.000 dan 30.000 orang. Dengan asumsi dana yang digunakan untuk pembangunan PLTS atau PLTM sampai dengan kapasitas 10 MW.

Berdasarkan perkiraan, pembangunan PLTS akan membutuhkan sekitar 100 orang selama masa pembangunan satu hingga satu setengah tahun. Sedangkan PLTM membutuhkan sekitar 300 orang selama masa pembangunan dua sampai tiga tahun.

Belum lagi penyediaan dana pembangunan PLTS Atap untuk 200.000 rumah yang mampu menciptakan lapangan kerja cukup banyak. Berdasarkan asumsi, pemasangan setiap PLTS Atap membutuhkan sedikitnya lima orang untuk logistik dan pekerjaan pemasangan. Jika dijumlahkan, penyediaan dana PLTS Atap akan mampu menciptakan `1.000.000 pekerjaan.

Melalui proyeksi optimis ini, seolah mengisyaratkan bahwa perubahan iklim merupakan peluang bagi kita untuk bertindak lebih baik.

Artikel ini berdasarkan kajian PAGE Indonesia untuk mendukung pemulihan hijau di Sektor Energi. Studi dilakukan pada tahun 2021(https://www.un-pageindonesia.org/en/activities/read/workplan/green-stimulus-package-for-national-economic-recovery-energy-sector-executive-summary).