image
wonderfulimage.id
26 August 2020

Kick-Off Inisiatif Pembangunan Rendah Karbon Indonesia di Bali

UNPAGE Indonesia - Pada 6 Agustus 2020, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama dengan Pemerintah Provinsi Bali (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Bali), memimpin rapat awal agar Bali menjadi salah satu pilot Low Carbon Development Initiative (LCDI). provinsi. Bali mengikuti Jawa Barat dan Jawa Tengah sebagai provinsi percontohan ketiga untuk implementasi LCDI, yang didukung oleh PAGE Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, sebuah logframe disepakati dan, konsisten dengan provinsi percontohan lainnya, PAGE telah berkomitmen untuk mendukung implementasi LCDI di Bali, melalui pengembangan dan peningkatan model provinsi, pengembangan kapasitas untuk mengarusutamakan pendekatan LCDI ke dalam Pembangunan Jangka Menengah Regional Rencana, bantuan teknis untuk merumuskan Rencana Pembangunan Rendah Karbon provinsi, serta penilaian skema pembiayaan alternatif untuk LCDI.

LCDI diluncurkan oleh Bappenas pada tahun 2017 untuk mengidentifikasi kebijakan pembangunan yang mempertahankan pertumbuhan ekonomi, mengentaskan kemiskinan, dan membantu memenuhi target pembangunan di tingkat sektor, sekaligus membantu Indonesia mencapai tujuan iklimnya, serta melestarikan dan meningkatkan sumber daya alam negara. Ini bertujuan untuk secara eksplisit memasukkan target pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) dan pertimbangan lingkungan ke dalam kerangka perencanaan pembangunan yang akan membentuk lintasan ekonomi dan sosial. Pendekatan LCDI telah dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, yang dianggap sebagai rencana pembangunan nasional hijau pertama di Indonesia. Dikoordinasikan oleh Bappenas, pelaksanaan LCDI mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari Pemerintah Indonesia, mitra pembangunan, pakar terkemuka, dan masyarakat sipil.

Mengikuti model umum/makro LCDI provinsi, yang dikembangkan pada bulan-bulan sebelumnya, tim ahli pemodelan mulai mengumpulkan data sektoral dari provinsi Jawa Barat untuk memvalidasi model makro provinsi LCDI. Proses ini akan diikuti dengan peningkatan model makro untuk masing-masing dari tiga provinsi percontohan LCDI di bawah dukungan PAGE (Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Bali) dengan mempertimbangkan karakteristik provinsi, lanskap pembangunan, dan yang terpenting adalah data provinsi. Ke depan, model provinsi yang disempurnakan akan menjadi alat penting untuk meninjau Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2018 2023 (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah/RPJMD) yang ada dan untuk merumuskan Rencana Pembangunan Rendah Karbon (Rencana Pembangunan Rendah Karbon Daerah) provinsi yang ada/ RPRKD). Model provinsi yang disempurnakan juga akan digunakan oleh setiap provinsi untuk mengarusutamakan pendekatan/kebijakan LCDI ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah/RPJMD berikutnya (2024-2029).