image
1 May 2019

PAGE Mendukung Jalan Pembangunan Rendah Karbon Indonesia

UNPAGE Indonesia - 26 Maret 2019, Jakarta, Indonesia - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) meluncurkan laporan inovatif  “Pembangunan Rendah Karbon: Pergeseran Paradigma Menuju Ekonomi Hijau di Indonesia”, yang menunjukkan bagaimana negara dapat memperoleh manfaat ekonomi yang luar biasa dengan beralih ke ekonomi rendah karbon. Menurut laporan tersebut, jalur pembangunan rendah karbon dapat menghasilkan pertumbuhan PDB rata-rata 6% per tahun hingga tahun 2045, dengan peningkatan yang berkelanjutan dalam lapangan kerja, pertumbuhan pendapatan, dan pengurangan kemiskinan.

Laporan ini merupakan hasil kerja dari Low Carbon Development Initiative (LCDI) dengan dukungan analitis dari New Climate Economy, WRI Indonesia, Climate Policy Initiative, Global Green Growth Institute, Overseas Development Institute, International Institute for Sustainable Development dan The Konservasi Alam.

Pada Oktober 2017, Pemerintah Indonesia menyatakan tujuannya untuk mengintegrasikan aksi iklim ke dalam agenda pembangunan negara. Inisiatif Pembangunan Rendah Karbon (LCDI) diluncurkan oleh BAPPENAS untuk mengidentifikasi kebijakan pembangunan yang mempertahankan pertumbuhan ekonomi, mengentaskan kemiskinan, dan membantu memenuhi target pembangunan tingkat sektor, sekaligus membantu Indonesia mencapai tujuan iklimnya, serta melestarikan dan meningkatkan sumber daya alam negara. . Kegiatan ini dikoordinasikan oleh BAPPENAS dan mempertemukan beberapa lembaga dari Pemerintah Indonesia, komunitas donor internasional, mitra lokal dan internasional, pakar terkemuka, dan masyarakat sipil. Ini bertujuan untuk secara eksplisit memasukkan target pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) ke dalam latihan perencanaan kebijakan, bersama dengan intervensi lain untuk melestarikan dan memulihkan sumber daya alam.

Atas permintaan BAPPENAS, PAGE saat ini mendukung Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional dalam mengembangkan kerangka kerja dukungan yang akan diberikan oleh berbagai mitra LCDI untuk implementasi skenario terpilih dari laporan LCDI. Skenario-skenario LCDI terpilih akan dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional RPJMN 2020-2024, berusaha untuk membangun negara yang maju dan mandiri, adil dan demokratis, dan damai dan bersatu.
Bersama dengan mitra LCDI lainnya, PAGE mengidentifikasi kegiatan yang akan dilaksanakan. Konsultasi telah dilakukan dengan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ), Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) dan Unit Perubahan Iklim Inggris (UKCCU) untuk mengembangkan kerangka kerja dukungan implementasi LCDI dan untuk mengidentifikasi dan meninjau kegiatan LCDI yang dapat didukung oleh PAGE dan mitra lain yang terlibat.

Indonesia bergabung dengan PAGE pada tahun 2018 dengan komitmen politik yang kuat untuk mengatasi tantangan keberlanjutan utama dan menyelaraskan agenda pertumbuhan negara dengan tujuan keberlanjutan dan iklimnya. Pekerjaan PAGE mendukung Pemerintah dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip ekonomi hijau dan pembangunan rendah karbon dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024. Keterlibatan yang lebih besar dengan Inisiatif Pembangunan Rendah Karbon menghadirkan peluang luar biasa bagi PAGE. Pekerjaan ini akan berkontribusi pada penyelarasan Kemitraan lebih lanjut dengan upaya nasional untuk mempromosikan jalur pembangunan rendah karbon untuk Indonesia. Model penyampaian PAGE yang hemat biaya dan berdampak tinggi juga akan berkontribusi pada tujuan LCDI dengan mempromosikan rasa kebersamaan, kerja sama, dan kolaborasi yang kuat di antara berbagai pemangku kepentingan.

KETERANGAN LEBIH LANJUT:

Pembangunan Rendah Karbon: Pergeseran Paradigma Menuju Ekonomi Hijau di Indonesia

Laporan ini didasarkan pada hasil analisis yang dihasilkan dalam proses yang dikoordinasikan oleh BAPPENAS untuk mendukung pengembangan RPJMN 2020-2024. Laporan ini mencakup kontribusi dari mitra, termasuk WRI Indonesia, Global Green Growth Institute Indonesia, KnowlEdge Srl, New Iklim Ekonomi dan mitra, dengan semua hal di atas disebut sebagai Kemitraan NCE-LCDI. Lembaga lain yang berkontribusi terhadap LCDI dan proses RPJMN termasuk International Institute for Applied System Analysis (IIASA), World Agroforestry (ICRAF), System Dynamics Bandung Bootcamp, Sarana Primadata Group (SPD), United Nations Development Program (UNDP).